Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) buka suara soal keputusan FX Hadi Rudyatmo mundur sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah (Jateng).
Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun mengatakan apakah pengunduran diri pria yang dibiasa disapa Rudy itu diterima atau tidak tergantung keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat 19 Desember 2025, Komarudin menjelaskan pengunduran diri Rudy sepenuhnya menjadi wewenang ketua umum. DPP atau Mahkamah Partai, menurut Komarudin tidak terlibat atau memproses surat tersebut.
"Soal nanti dia dikabulkan atau tidak permintaan itu, tergantung ketua umum yang memberi tugas," katanya.
Komarudin menambahkan dalam surat pengunduran dirinya, Rudy menegaskan tetap akan loyal kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Itulah sebabnya jadi atau tidaknya mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Surakarta itu mundur tergantung keputusan Megawati.
"Jadi bahasa dia itu tersirat bagaimana loyalitas dia kepada ketua umum. Jadi sebenarnya sangat bergantung kalau surat itu kemudian diterima ketua umum dan ketua umum bilang tidak, ya dia harus selesaikan sebagai kader," ujar Komarudin.
Meski demikian anggota Komisi II DPR RI ini mengaku tidak mengetahui perkembangan kabar mundurnya Rudy. Termasuk apakah Megawati sudah menerima surat pengunduran dirinya atau belum.
"Saya tidak terlalu banyak komunikasi soal perkembangan. Saya juga tugas terlalu banyak di Indonesia Timur," ucap Komarudin.
Sebelumnya kabar mundurnya FX Hadi Rudyatmo sebagai Plt Ketua DPD PDIP Jawa Tengah disampaikan oleh Ketua DPC PDIP Surakarta Teguh Prakosa. Menurutnya, Rudy mundur lantaran merasa tidak mampu menggelar Konferensi Daerah (Konferda) yang sedianya pada Selasa 16 Desember 2025.
Saat memberikan keterangan di Surakarta, Kamis 18 Desember 2025, Teguh menyebut Rudy tidak ingin malu gagal menggelar Konferda. Meskipun DPP PDIP telah melayangkan surat berisi penundaan Konferda sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
"Hemat saya, beliau (Rudy) ora pengen kewirangan (tidak ingin malu) karena tidak bisa melaksanakan Konferda yang diamanatkan oleh ketua umum," kata Teguh.
Rudy menjadi Plt Ketua DPD PDIP Jawa Tengah sejak Agustus 2025 menggantikan Bambang 'Pacul' Wuryanto. Mantan Wali Kota Surakarta ini mengaku ingin kembali menjadi kader biasa. Rudy menegaskan dirinya tetap loyal kepada Megawati.
Rudy diketahui sudah lama menjadi kader PDIP, bahkan sejak masih bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di tahun 1977. Pria yang menjabat Wakil Wali Kota saat Jokowi menjadi Wali Kota Surakarta ini juga telah menjadi Ketua DPC PDIP selama lima periode sejak tahun 2000.
"Dengan legowo dan tulus ikhlas, kami mohon tetap menjadi anggota, PDIP biasa. Kami tetap loyal, taat, dan patuh, kepada ketua umum dan tetap berjuang siap memenangkan pemilu 2029," ujar Rudy.



