Perempuan Pelita Planet

World Economic Forum mengungkapkan bahwa menutup kesenjangan gender tidak hanya penting bagi masa depan planet ini, tetapi juga bagi perekonomian global.

Ilustrasi: Muid/ GBN.top

Di tengah keramaian perayaan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret, penting untuk mengapresiasi peran serta perempuan sebagai pelita di Planet Bumi. Dalam konteks global yang menuntut pembangunan berkelanjutan dan respons terhadap perubahan iklim, kontribusi perempuan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, menjadi semakin signifikan.

Perempuan di Dusun Wintaos, Gunung Kidul, Jawa Tengah, telah menunjukkan ketangguhan yang luar biasa dalam menghadapi kondisi lahan yang berbatu dan tantangan perubahan iklim sehingga menjadi mandiri pangan. Melalui Sekolah Pagesangan yang dirintis oleh Diah Widuretno, mereka tidak hanya mengajarkan cara bertani yang berkelanjutan tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai kehidupan ala desa yang harmonis dengan alam kepada generasi muda. Sekolah Pagesangan bukanlah lembaga formal, melainkan sebuah model pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan ritme kehidupan sehari-hari, dan dapat membuktikan bahwa pendidikan tentang lingkungan dapat dilakukan di mana saja.

Di sisi lain, Jawa Barat menawarkan cerita inspiratif dari ibu-ibu mitra Yayasan Tanah Air Semesta yang berada di kaki Gunung Ringgeung, Garut. Mereka mengajak anak-anak muda untuk turun tangan langsung dalam praktik penanaman kopi dan tanaman penaung, mengedukasi tentang pentingnya konservasi dan pendidikan lingkungan melalui aktivitas praktis. Inisiatif ini, yang dipimpin oleh Ani Bintinu, mengacu pada pengalaman Koperasi Klasik Beans dengan fokus pada penerapan agroforestri untuk menggabungkan perolehan penghasilan dengan perbaikan kondisi lingkungan secara bersamaan.

Hari Perempuan Internasional, yang telah berlangsung lebih dari satu abad, menjadi simbol perayaan pencapaian perempuan dalam berbagai bidang. Tema tahun ini, "Inspire Inclusion," berarti ketika kita menginspirasi orang lain untuk memahami dan menghargai inklusi perempuan, kita menciptakan dunia yang lebih baik. Selanjutnya, ketika perempuan terinspirasi untuk diikutsertakan, akan muncul rasa memiliki, relevansi, dan pemberdayaan.

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menekankan bahwa kisah dan perjuangan setiap perempuan menambah kekayaan bagi masyarakat. Mengatasi faktor-faktor diskriminasi dan marginalisasi yang bersinggungan menjadi sangat penting, terutama dalam mendukung perempuan yang berada dalam kondisi rentan seperti penyintas, perempuan kepala keluarga, perempuan adat, perempuan penyandang disabilitas, dan pekerja migran.

Di kancah global, World Economic Forum mengungkapkan bahwa menutup kesenjangan gender tidak hanya penting bagi masa depan planet ini, tetapi juga bagi perekonomian global. Penelitian menunjukkan bahwa integrasi perempuan dalam sistem pertanian dan pangan dapat mengurangi kerawanan pangan secara signifikan dan meningkatkan PDB global hingga hampir $1 triliun. Namun, tantangan masih terbentang luas mengingat hanya kurang dari separuh perempuan terlibat secara aktif dalam pasar tenaga kerja global.

Berbagai fakta di atas sangat relevan dengan apa yang diangkat pada acara Hari Perempuan Internasional yang diselenggarakan oleh Srikandi SIG bersama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Narogong dengan tema “Perempuan, Ketahanan Pangan, dan Perubahan Iklim.” Kegiatan ini mendorong perempuan untuk bergiat dalam produksi dan pengolahan pangan lokal, sehat, adil, dan lestari di tengah perubahan iklim.  

Srikandi SIG  merupakan komunitas perempuan di lingkup holding PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, yang merupakan wadah untuk saling mendukung sesama perempuan dalam berkarya dan berprestasi dalam berbagai perannya. Sedangkan SBI yang mayoritas sahamnya dimiliki dan dikelola oleh Semen Indonesia menjalankan usaha yang terintegrasi terdiri dari semen, beton siap pakai, dan produksi agregat.   

Interaksi antara Agung Wiharto, Direktur SDM & Umum SIG serta Reni Wulandari, Direktur Operasi SIG yang juga merupakan Srikandi SIG,  dengan peserta acara yang mewakili kelompok PKK lima desa, serta perempuan pelaku usaha dampingan SBI, merupakan bukti dapat terlaksananya tagline Hari Perempuan Internasional “Invest in Women: Accelerate Progress” - Berinvestasi pada Perempuan: Percepat Kemajuan.”

Melalui investasi pada perempuan dan pemberdayaan mereka dalam setiap aspek kehidupan, dengan perempuan pelita planet sebagai contoh, kita dapat menginspirasi perubahan dan memastikan kesetaraan gender serta pemberdayaan perempuan sebagai kunci utama dalam menciptakan masa depan yang lebih cerah, adil, dan berkelanjutan bagi semua.

Kolumnis
Direktur, Climate Reality Indonesia

Tentang GBN.top

Kontak Kami

  • Alamat: Jl Penjernihan I No 50, Jakarta Pusat 10210
  • Telepon: +62 21 2527839
  • Email: redaksi.gbn@gmail.com