Dua Pabrik Yamaha di Indonesia Bakal Tutup Tahun Ini, 1.100 Karyawan Terancam PHK

Kementerian Perindustrian mengaku sedang mempelajari mengapa perusahaan sampai menutup produksinya di Indonesia 

PT Yamaha Indonesia bakal menutup pabriknya di Indonesia tahun ini

Dua pabrik Yamaha bakal menutup pabriknya di Indonesia. Akibatnya 1.100 karyawan bakal terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Kabar tersebut disampaikan Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Riden Hatam Aziz, Rabu 26 Februari 2025.

Kedua pabrik yang bakal tutup adalah PT Yamaha Music Product Asia yang berlokasi di kawasan industri MM2100, Bekasi, Jawa Barat. Perusahaan dengan 400 karyawan ini bakal tutup pada Maret 2025. 

Selanjutnya, PT Yamaha Indonesia yang berlokasi di Pulogadung, Jakarta Timur juga akan tutup pada Desember 2025. Riden menyebut pabrik ini mempunyai sekitar 700 karyawan yang kini terancam kehilangan pekerjaan. 

"PT Yamaha Music Product Asia yang berlokasi di kawasan industri MM2100, Bekasi akan tutup pada akhir Maret 2025. Pabrik ini mempekerjakan sekitar 400 orang. Sedangkan PT Yamaha Indonesia di Pulo Gadung, Jakarta, yang memiliki 700 karyawan akan berhenti beroperasi pada akhir Desember 2025," ujarnya. 

Riden menerangkan kedua pabrik tersebut adalah divisi produksi piano yang merupakan bagian dari Yamaha Corporation. Disebutkan bahwa perusahaan terpaksa menutup pabrik akibat permintaan pasar yang terus menurun. Perusahaan memutuskan merelokasi atau memindahkan produksi ke China dan Jepang. 

"Kedua-duanya pabrik devisi piano, karena order menurun diputuskan diproduksi di China dan Jepang," ujar Riden. 

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pun buka suara soal rencana Yamaha menutup dua pabriknya di Indonesia. Agus mengatakan sebenarnya industri manufaktur saat ini sedang tumbuh. Terlihat dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) dan Purchasing Manufacture Index (PMI) yang berada di atas 50 poin.

Saat memberikan keterangan yang dikutip pada Rabu 26 Februari 2025, Agus menuturkan pihaknya sedang mempelajari mengapa dua pabrik Yamaha sampai tutup. Menurutnya apa yang terjadi pada kedua perusahaan itu tidak menunjukkan kondisi industri yang sesungguhnya.

"Ini yang sedang kami pelajari walaupun perusahaan-perusahaan yang tutup itu menurut pandangan kami sama, jadi realisasi investasi baru cukup besar, gapnya menunjukkan manufaktur tumbuh di atas 4 persen, tapi bukan berarti dia mewakili industri sepenuhnya, tapi kasus seperti itu (PHK) harus kita pelajari," katanya.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menurut Agus juga memperhatikan soal PHK yang bakal terjadi sebagai imbas penutupan pabrik. Politikus Partai Golkar ini menyebut PHK tidak bisa dilihat hanya sebagai statistik. Agus mengatakan satu orang pekerja terkena PHK sudah cukup menjadi masalah. 

"Dalam pandangan kami 1 orang PHK itu masalah, karena PHK itu ngga boleh dilihat sebagai statistik, kita harus mencoba merasakan gimana PHK itu, adik kita, kakak kita, maka isu kasus itu selalu kita pelajari, apa dia tutup? Kalau tutup kenapa?" kata Agus.

Jurnalis GBN

Tentang GBN.top

Kontak Kami

  • Alamat: Jl Penjernihan I No 50, Jakarta Pusat 10210
  • Telepon: +62 21 2527839
  • Email: redaksi.gbn@gmail.com