Kedaulatan Pangan

Kedaulatan pangan tak lepas dari kedaulatan politik-ekonomi luas.

Sumber Foto: muhammadiyah.or.id

Sepakat dengan Pidato Bu Megawati di Rakernas PDIP untuk mendorong kedaulatan pangan nasional.

Tak cuma gandum, ketergantungan kepada beras juga harus dikurangi; dengan memperkenalkan kembali jenis pangan yang beragam dari keragaman hayati kita yang kaya.

Tapi, semua itu hanya bisa dilakukan jika ada kedaulatan politik dan ekonomi luas.

Banyak kebijakan publik kita (tak hanya pangan), terikat pada sistem global yang kita ikuti: WTO, World Bank, IMF, di samping pakta-pakta kerjasama regional maupun bilateral.

Kedaulatan yang benar-benar berdaulat hanya bisa dicapai dengan mengisolasi diri. Atau menikmati berkah diembargo masyarakat internasional.

Prinsipnya de-linking (memisahkan diri dari tatanan kapitalisme global).

Kuba dan Iran adalah contoh klasik. Puluhan tahun mereka diembargo oleh Amerika Serikat. Tapi, itulah yang bikin mereka kini justru mandiri dalam pertanian dan industri.

Itu contoh ekstrem. Tapi, kita bisa meningkatkan kedaulatan kebijakan publik tanpa harus seekstrem itu. Caranya? Mengurangi ketergantungan pada utang dan investasi asing.

Tidak ada makan siang gratis. Jika kita terlalu tergantung pada utang dan investasi asing, kita harus menuruti kemauan asing; mempreteli kedaulatan.

Kita juga bisa lebih mandiri jika mendorong gayahidup sederhana; mengurangi ketergantungan pada benda-benda (umumnya impor) serta bersyukur dengan apa yang kita punya.

Kecenderungan meniru gayahidup bangsa lain harus dikurangi.

Langkah lain: memperkuat imajinasi, kreativitas dan inovasi untuk mengelola sumber daya hayati yang kita punya; sesederhana apapun.

Kalau kita masih mengedepankan ukuran-ukuran global pertumbuhan GDP, serta tidak sadar akan ketergantungan pada utang dan investasi asing, ya, jangan harap menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat.

Kolumnis
Jurnalis Senior

Tentang GBN.top

Kontak Kami

  • Alamat: Jl Penjernihan I No 50, Jakarta Pusat 10210
  • Telepon: +62 21 2527839
  • Email: redaksi.gbn@gmail.com