Hilirisasi Sumber Daya Hayati

Day 388 - Ekspedisi Indonesia Baru

Gunung dan Danau Batur, Bali
Gunung dan Danau Batur, Bali/ Farid Gaban

Istilah "hilirisasi" terlalu fokus pada bahan tambang/mineral.

Dalam makna yang luas, hilirisasi adalah mengolah, memberi nilai tambah, menapis/ekstrak ilmu pengetahuan (knowledge) darinya.

Itu sebenarnya juga berlaku untuk sumberdaya hayati kita: flora dan fauna; lumut, jamur, serangga; dari pohon dan hewan besar hingga jamur dan jasad renik; di darat maupun di laut.

Alam punya fungsi ekologis: menghasilkan udara dan air bersih; menyerap karbon; mencegah banjir dan longsor.

Tapi, lebih dari itu, alam juga ilmu pengetahuan: mekanika, aerodinamika, biokimia, mikrobiologi dst.

Dan ilmu pengetahuan adalah fondasi ekonomi penting dalam produksi pangan, obat, kosmetika dan biomateral yang akan terus dibutuhkan manusia.

Menurutku, masa depan Indonesia semestinya disandarkan di situ: melestarikan keragaman hayati dan menggerakkan ekonomi darinya.

Kekayaan terbesar kita bukan tambang emas, batubara atau nikel (yang di mana-mana memicu kerusakan alam dan konflik), tapi sumber daya hayati yang sangat beragam (tak cuma sawit).

Kolumnis
Jurnalis Senior

Tentang GBN.top

Kontak Kami

  • Alamat: Jl Penjernihan I No 50, Jakarta Pusat 10210
  • Telepon: +62 21 2527839
  • Email: redaksi.gbn@gmail.com