Kurma, Permata Ramadan Kena Krisis?

Meskipun pohon kurma tumbuh subur dalam kondisi panas, suhu yang terlalu tinggi, terutama selama periode kritis pengembangan buah, dapat berdampak negatif terhadap kualitas dan hasil buah.

Ilustrasi: Muid/ GBN.top

Umat Muslim di dunia dengan patuh mengikuti anjuran Nabi Muhammad saw untuk berbuka puasa dengan kurma dalam jumlah ganjil karena membawa berkah dan energi. Sehingga Bulan Ramadan adalah saat kotak dan keranjang kurma berlimpah membanjiri pasar tradisional dan modern di negara-negara dengan populasi Muslim.

Fortune Business Insights mencatat, pasar kurma global bernilai $29,48 miliar pada tahun 2023 dan diproyeksikan tumbuh dari $31,03 miliar pada tahun 2024 menjadi $49,14 miliar pada tahun 2032. Angka ini menunjukkan tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun sebesar 5,91% selama periode perkiraan.

Kurma adalah buah yang tumbuh di pohon palem tertentu dengan nama ilmiah Phoenix dactylifera. Pohon ini diyakini berasal dari daerah sekitar tepi sungai Nil dan Eufrat. Peradaban kuno 5000 tahun lalu sangat menghargai kurma; orang Mesir kuno menganggapnya simbol keberuntungan, kesuburan dan kelimpahan. Bagi orang Yunani, kurma dikaitkan dengan dewa-dewi kesuburan dan kemakmuran. Sementara di Romawi kuno, kurma sering digunakan dalam upacara keagamaan dan festival, sebagai lambang kemewahan, kesuburan, dan kemenangan.

Sebagai salah satu buah paling bergizi, kurma juga dikenal sebagai “roti gurun” karena tahan lama dengan kandungan energi yang tinggi, membuatnya ideal di lingkungan gurun yang keras. Lebih dari dua pertiga berat kurma adalah gula alami dan kurma dapat dimakan begitu saja, atau diolah menjadi kue kering, kue, makanan dan bahkan jus. Kurma juga kaya akan serat alami, vitamin, dan mineral serta diyakini dapat menyembuhkan sembelit, gangguan usus, kenaikan berat badan, masalah jantung, diare, dan beberapa penyakit lainnya.

Meskipun kebutuhan akan kurma sangat tinggi, pasar kurma dapat terancam karena hama dan penyakit pada pohon kurma memengaruhi produksi dan kualitas kurma secara signifikan. Menurut Lembaga Kesehatan Nasional (NIH) AS, infestasi hama dapat menyebabkan kerugian sekitar 30% dari produksi kurma.

Saat ini ada ratusan produk kurma yang tersedia di pasaran global. Yang paling populer, setidaknya di Indonesia, adalah Ajwa, Medjool, dan Bateel. Dikenal sebagai "Kurma Nabi", Ajwa berwarna hitam dengan tekstur halus, lembut, kenyal dan ditandai dengan garis putih yang sangat halus. Ajwa yang dibudidayakan di Madinah adalah salah satu jenis buah kurma yang paling mahal. Kurma Medjool, yang tepatnya dijuluki "raja kurma" sangat besar ukurannya dibandingkan dengan varietas kurma lainnya, dan luar biasa manis dengan tekstur kenyal. Medjool berasal dari Maroko, namun kini Lembah Bard di California adalah produsen Kurma Medjool terbesar di Amerika Serikat. Bateel adalah produk kurma kelas atas yang dimulai di Al Ghat, sebuah kota di Arabia Tengah. Kurma gourmet dimulai ketika Bateel menggabungkan kurma dengan cokelat gourmet, kemudian dengan kelezatan lainnya seperti permen dan makanan asin yang diinfus kurma.

Apakah kurma akan punah karena krisis iklim?

Meskipun pohon kurma tumbuh subur dalam kondisi panas, suhu yang terlalu tinggi, terutama selama periode kritis pengembangan buah, dapat berdampak negatif terhadap kualitas dan hasil buah. Krisis iklim memperburuk masalah kekurangan air sehingga membatasi pertumbuhan dan produktivitas pohon kurma. Untuk pohon kurma yang ditanam dekat area pesisir, kenaikan permukaan laut dapat menyebabkan salinisasi serta memengaruhi pohon secara negatif.

Namun, agaknya pohon kurma belum akan punah hanya karena perubahan iklim. Ini karena pohon kurma sangat mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang keras. Kemajuan dalam praktik pertanian, termasuk pengembangan teknik irigasi yang lebih efisien dapat membantu menghadapi perubahan iklim. Selain itu, keanekaragaman genetik dalam spesies pohon kurma dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan varietas yang tahan suhu tinggi, kekeringan, dan salinitas.

Dalam berbagai budaya dan tradisi, kurma sering disebut sebagai Jewel of Ramadan atau "Permata Ramadan". Ini karena kurma memiliki peranan penting selama bulan Ramadan sesuai anjuran Nabi Muhammad saw untuk menikmatinya ketika berbuka puasa. Kurma dihargai tidak hanya karena nilai gizi tinggi, yang membantu menyediakan energi cepat setelah seharian berpuasa, tetapi juga karena makna spiritual dan tradisionalnya dalam merayakan bulan suci.

 

Kolumnis
Direktur, Climate Reality Indonesia

Tentang GBN.top

Kontak Kami

  • Alamat: Jl Penjernihan I No 50, Jakarta Pusat 10210
  • Telepon: +62 21 2527839
  • Email: redaksi.gbn@gmail.com