Wamenaker Persilakan WNI Kabur ke Luar Negari dan Jangan Balik Lagi, Mahfud: Jahat

Mahfud menilai tagar #KaburAjaDulu harus dimaknai masyarakat sedang mencari keadilan yang susah didapat di dalam negeri

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai pernyataan Wamenaker Immanuel Ebenezer jahat karena mempersilakan anak muda kabur ke luar negeri dan jangan kembali

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengkritik pernyataan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer soal tanda pagar atau tagar #KaburAjaDulu. 

Mahfud menilai pernyataan pria yang biasa disapa Noel itu jahat. Pasalnya Noel mempersilakan warga negara Indonesia (WNI) terutama anak muda bekerja di luar negeri dan tidak perlu kembali lagi. 

Berbicara melalui kanal YouTube miliknya Mahfud MD Official, yang dikutip pada Selasa 18 Februari 2025, Mahfud mengatakan seharusnya tagar #KaburAjaDulu menjadi koreksi bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem birokrasi di Indonesia. Tagar itu sejatinya adalah wujud keinginan anak muda Indonesia mencari keadilan di negara lain karena tidak memperolehnya di Tanah Air.

"Oleh sebab itu, harus dimaknai begini #KaburAjaDulu itu ya orang mencari keadilan (yang) susah di dalam negeri. Jangan dijawab dengan mengatakan 'ya sudah kabur aja, nggak usah kembali, mau ngapain lu'. Itu pernyataan atau jawaban yang sangat jahat!" kata Mahfud.

Mantan calon wakil presiden (Cawapres) 2024 ini mengungkapkan tagar #KaburAjaDulu menunjukkan masyarakat bukanlah pemberontak. Padahal dengan kondisi negara saat ini yang sedang tidak baik bisa saja pemerintah digulingkan oleh rakyat.

Mahfud mengungkapkan adanya tagar tersebut sebenarnya baik karena masyarakat tidak melakukan pemberontakan kepada pemerintah meski dinilai kondisi negara sedang tak baik-baik saja.

Padahal, jika kondisi tersebut terjadi di negara lain, Mahfud mengatakan pemerintahan bisa digulingkan oleh rakyat.

Itulah sebabnya menurut Mahfud, jawaban Noel yang meminta WNI yang mencari kehidupan di luar negeri tidak usah pulang sangat tidak bijaksana 

"Di negeri lain, diusir pemerintahannya. Di Suriah, di Tunisia, (pemerintahan) diusir semua. Nah, kita aja mau cari hidup malah nggak boleh pulang. Itu jawaban (Noel) yang tidak bijaksana," ujar Mahfud. 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini yakin nasionalisme tidak luntur karena bekerja di luar negeri. Sebaliknya menurut Mahfud, nasionalisme akan luntur jika pemerintah tidak bisa memberikan rasa keadilan.

"Nasionalisme seperti itu bisa luntur secara perlahan-perlahan kalau ketidakadilan itu dibiarkan tumbuh, kesewenang-wenangan dan arogansi kekuasaan terus tumbuh. Orang akan luntur, untuk apa nasionalisme semacam ini. Saya kabur aja ke luar negeri," pungkas Mahfud.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel mengaku tak peduli dengan tagar #KaburAjaDulu yang saat ini sedang trending di media sosial. Noel justru mempersilahkan WNI bekerja di luar negeri dan tidak perlu kembali ke Indonesia.

"Mau kabur, kabur sajalah. Kalau perlu jangan balik lagi, hi-hi-hi. Hashtag-hashtag enggak apa-apalah, masa hashtag kita peduliin," ujar Noel di kantornya, di Jakarta, Senin 17 Februari 2025.

Pernyataan berbeda disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassrieli yang menilai munculnya tagar tersebut menjadi tantangan pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih baik bagi masyarakat.

"Ini tantangan buat kita kalau memang itu adalah terkait dengan aspirasi mereka. Ayo pemerintah create better jobs, itu yang kemudian menjadi catatan kami dan concern kami," ujarnya. 

Saat berbicara di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 17 Februari 2025, Yassrieli mengakui kesempatan WNI bekerja di luar negeri memang terbuka. Itulah sebabnya pemerintah tidak masalah jika masyarakat terutama anak muda memilih bekerja di luar negeri, lalu kembali ke Indonesia demi membangun negeri. 

"Jadi kalau memang ingin untuk meningkatkan skill dan ada peluang kerja di luar negeri, kemudian, kembali ke Indonesia bisa membangun negeri ya tidak masalah,"ujar Yassrieli. 

Guru Besar Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menambahkan semangat yang dibangun oleh tagar #KaburAjaDulu sebenarnya bukan kabur dari Indonesia. Melainkna meningkatkan skil di luar negeri untuk nantinya kembali membangun Tanah Air.

"Memang di satu sisi saya lihat kesempatan kerja di luar memang ada ya. Jadi semangatnya bukan kabur sebenarnya," katanya.

Jurnalis GBN

Tentang GBN.top

Kontak Kami

  • Alamat: Jl Penjernihan I No 50, Jakarta Pusat 10210
  • Telepon: +62 21 2527839
  • Email: redaksi.gbn@gmail.com